Friday, April 26, 2013

Pengertian Komunikasi Terapiotik

Membahas tentang pengertian suatu objek yang ditelaah pasti akan banyak definisi yang muncul, soalnya pola dan alur berfikir seseorang itu pasti berbeda, pandangan tentang benar dan salah pun pasti berbeda, itu karena perbedaan tingkat IQ, lingkungan, dan tingkat pendidikan atau latar belakang profesi. Ok lets get the point.

Apa Pengertian Komunikasi Terapeutik?

Komunikasi merupakan cara untuk membina hubungan teraupetik karena komunikasi dapat mempengaruhi perilaku orang lain sehingga hubungan terapis - klien tidak akan tercapai bila komunikasi tersebut tidak lancar.
Komunikasi terapeutik adalah proses yang digunakan oleh terapis memakai pendekatan yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan pada klien, Stuart G.W (1998). ini salah satu pandangan tentang materi yang kita telaah dari seorang pakar di bidang komunikasi, for more detail just browsing again, U will get more...!

Apa Tujuan Komunikasi Terapeutik?

Komunikasi terapeutik bertujuan untuk mengembangkan pribadi klien kearah yang lebih positif atau adaptif dan diarahkan pada pertumbuhan klien. Menurut Stuart dan Sundeen (dalam Hamid, 1996), tujuan hubungan terapeutik diarahkan pada pertumbuhan klien meliputi :
  • Realisasi diri, penerimaan diri dan peningkatan penghormatan diri. Melalui komunikasi terapeutik diharapkan terjadi perubahan dalam diri klien.  Klien yang menderita penyakit kronis ataupun terminal umumnya mengalami perubahan  dalam dirinya, ia tidak mampu menerima keberadaan dirinya, mengalami gangguan  gambaran diri, penurunan harga diri, merasa tidak berarti dan pada akhirnya merasa putus  asa dan depresi.
  • Kemampuan membina hubungan interpersonal yang tidak superfisial dan saling bergantung  dengan orang lain. Melalui komunikasi terapeutik, klien belajar bagaimana menerima dan diterima orang lain. Dengan komunikasi yang terbuka, jujur dan menerima klien apa adanya, perawat akan dapat  meningkatkan kemampuan klien dalam membina hubungan saling percaya (Hibdon, 2000). Rogers (1974) dalam Abraham dan Shanley  (1997) mengemukakan bahwa hubungan  mendalam yang digunakan dalam proses interaksi antara terapis dan klien merupakan area  untuk mengekspresikan kebutuhan, memecahkan masalah dan meningkatkan kemampuan  koping.
  • Peningkatan fungsi dan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan serta mencapai tujuan  yang realistis. Terkadang klien menetapkan ideal diri atau tujuan terlalu tinggi tanpa mengukur kemampuannya. Taylor, Lilis dan La Mone (1997) mengemukakan bahwa individu yang merasa kenyataan dirinya mendekati ideal diri mempunyai harga diri yang tinggi sedangkan individu yang  merasa kenyataan hidupnya jauh dari ideal dirinya akan merasa rendah diri.
  • Rasa identitas personal yang jelas dan peningkatan integritas diri. Klien yang mengalami gangguan identitas personal biasanya tidak mempunyai rasa percaya  diri dan mengalami harga diri rendah. Melalui komunikasi terapeutik diharapkan terapis dapat membantu klien meningkatkan integritas dirinya dan identitas diri yang jelas.

Apa itu Helping relationship?

Helping relationship adalah hubungan yang terjadi diantara dua (atau lebih) individu maupun kelompok yang saling memberikan dan menerima bantuan atau dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya sepanjang kehidupan. Pada konteks psikoterapi hubungan yang dimaksud adalah hubungan antara terapis dan klien.

Bagaimana Karakteristik seorang terapis (helper) dan klien dalam hubungan terapeutik?

Ada beberapa karakteristik seorang helper (terapis) yang dapat memfasilitasi tumbuhnya hubungan yang terapeutik, yaitu:
a. Kejujuran
b. Tidak membingungkan dan cukup ekspresif
c. Bersikap positif
d. Empati bukan simpati
e. Mampu melihat permasalahan dari kacamata klien
f. Menerima klien apa adanya
g. Sensitif terhadap perasaan klien
h. Tidak mudah terpengaruh oleh masa lalu klien ataupun diri terapis sendiri
Tahapan dalam komunikasi terapeutik?
  1. Orientasi (Orientation); Pada fase ini hubungan yang terjadi masih dangkal dan komunikasi yang terjadi bersifat penggalian informasi antara terapis dan pasien. Fase ini dicirikan oleh lima kegiatan pokok yaitu testing, building trust, identification of problems and goals, clarification of roles dan contract formation.
  2. Kerja (Working);Pada fase ini perawat dituntut untuk bekerja keras untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan pada fase orientasi. Bekerja sama dengan pasien untuk berdiskusi tentang masalah-masalah yang merintangi pencapaian tujuan. Fase ini terdiri dari dua kegiatan pokok yaitu menyatukan proses komunikasi dengan tindakan terapeutik dan membangun suasana yang mendukung untuk proses perubahan.
  3. Penyelesaian (Termination); Pada fase ini terapis mendorong klien untuk memberikan penilaian atas tujuan telah dicapai, agar tujuan yang tercapai adalah kondisi yang saling menguntungkan dan memuaskan. Kegiatan pada fase ini adalah penilaian pencapaian tujuan dan perpisahan (Arwani, 2003 61).

Apa saja faktor yang menghambat komunikasi terapeutik?

Faktor-faktor yang menghambat komunikasi terapeutik adalah (Indrawati, 2003 : 21) adalah perkembangan, persepsi, nilai, latar belakang sosial budaya, emosi, jenis kelamin, pengetahuan, peran dan hubungan, lingkungan, jarak, citra diri, kondisi fisik

0 comments:

Post a Comment